metode-metode pemisahan campuran
A. Pengertian Pengayakan
Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang
mempunyai berbagai ukuran bahan dengan mengunakan ayakan. proses pengayakan di
sebut juga sebagi alat pembersih, pemisah kontaminan yang ukurannya berbeda
dengan bahan baku. Pengayakan memudahkan kita untuk mendapatkan tepung dengan ukuran
yang seragam. Dengan demikian pengayakan juga dapat di definisikan sebagai
suatu metoda pemisahan berbagai campuran partikel padat sehingga didapat ukuran
partikel yang seragam dan terpisah dari kontaminan yang memiliki ukuran berbeda
dengan menggunakan alat pengayakan.
Pengayakan
dengan berbagai rancangan telah banyak digunakan dan dikembangkan secara luas
pada proses pemisahan bahan-bahan pangan berdasarkan ukuran. pengayakan yaitu
pemisahan bahan berdasarkan ukuran mesin kawat ayakan, bahan yang mempunyai
ukuran lebih kecil dari diameter mesin akan lolos dan bahan yang mempunyai
ukuran lebih besar akan tertahan pada permukaan kawat ayakan. Bahan-bahan yang
lolos melewati lubang ayakan mempunyai ukuran yang seragam dan bahan yang
tertahan dikembalikan untuk dilakukan penggilingan ulang (Ir. Suharto, 1998).
Yang menjadi ciri ayakan antara lain
adalah :
a.
Ukuran dalam mata jala
- Jumlah mata jala (mesh) per satuan panjang, misalnya per cm atau per inchi (sering sama dengan nomor ayakan).
- Jumlah mata jala per setuan luas, umumnya per cm2.
Screening
atau pengayakan secara umum
merupakan suatu pemisahan ukuran berdasarkan kelas-kelasnya pada alat sortasi.
Namun pangayakn juga dapat digunakan sebagai alat pembersih, memindahkan
kontaminan yang ukurannya berbeda dengan bahan.
Pengayakan merupakan satuan operasi
pemisahan dari berbagai ukuran bahan untuk dipisahkan kedalam dua atau tiga
praksi dengan menggunakan ayakan. Setiap praksi yang keluar dari ayakan
mempunyai ukuran yang seragam (Fellow, 1988).
B. Macam-macam alat Pengayakan
Berbagai jenis alat pengayak yang
dapat digunakan dalam proses sortasi bahan pangan, diklasifikasikan dalam dua
bagian besar :
1. Ayakan dengan celah yang
berubah-ubah (Screen Apeture) seperti : roller screen
(Pemutar), belt screen (kabel
kawat atau ban), belt and roller (ban dan pemutar), screw
(baling-baling).
2. Ayakan dengan celah tetap,
seperti : stationary (bersifat seimbang/tidak berubah), vibratory
(bergetar), rotary atau gyratory (berputar) dan recipro cutting
(timbale balik).
Untuk memisahkan bahan-bahan yang
telah dihancurkan berdasarkan keseragaman ukuran partikel-partikel bahan
dilakukan dengan pengayakan dengan menggunakan standar ayakan.
Standar kawat ayakan dibagi :
1. Tyler Standar, ukuran 200 mesh,
diameter 0,0029 inci, dan SA 0,0021 inci.
2. British Standar, ukuran 200 mesh,
SA 0,003 inci, dan SI 4√2.
3. US Standar, ukuran 18 mesh, SA 1
mm, dan SI 4√2.
Pengayak (screen)
dengan berbagai desain telah digunakan secara luas pada proses pemisahan bahan
pangan berdasarkan ukuran yang terdapat pada mesin-mesin sortasi, tetapi
pengayak juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisahan kontaminan yang
berbeda ukurannya dari bahan baku. Rancangan-rancangan pengayak ditemui dalam
proses sortasi bahan pangan.
Pengoperasian
mesin sortasi dan pengkelasan mutu bahan pangan, juga merupakan pekerjaan yang
bersifat monoton. Sifat acuh tak acuh dari tenaga kerja akan mengurangi
kesalahan fungsi fungsional saat mengoperasikan peralatan sortasi.
Klasifikasi
tersebut sangat bermanfaat tetapi tidak bersifat kaku. Proses pembersihan dan
sortasi untuk menghasilkan suatu pengkelasan mutudan beberapa kasus selalu
melibatkan proses sortasi. Bagaimanapun, tingkatan operasi tersebut sangat
berarti, terutama dalam penerapannya sebagai tujuan utama dari suatu kegiatan
(Brennan, 1968).
gambar
pengayakan
2.
Dekantir
Pengertian
Dekantasi atau dekantir - Dekantasi adalah proses
pemisahan zat pada yang tidak ikut terlarut di dalam pelarutnya dengan cara
dituangkan, sehingga akibatnya cairan tersebut akan terpisah dari zat padat
yang tercampur.
contoh pemisahan dekantir: pemisahan air dan pasir
contoh pemisahan dekantir: pemisahan air dan pasir
Proses pemisahan
menggunakan metode dekantir yaitu dengan mengenapkan semua endapan, kemudian
menuang hati-hati cairan di atas endapan sehingga endapan tetap tinggal dl
wadah semula. Dengan demikian campuran yang berupa padatan dan campuran akan
terpisah.
Dekantir
merupakan proses pemisahan campuran yang sangat berguna untuk kehidupan sehari
– hari. Dekantir juga sering digunakan dalam proses – proses kimia maupun
ilmiah. Dekntir disebut juga dekantasi atau dekanter.

3.Filtrasi
Penyaringan adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan ukuran dari partikel-partikel komponen campuran. Penyaring yang digunakan harus memiliki pori yang ukurannya lebih kecil dari ukuran partikel salah satu komponen penyusun campuran, tetapi lebih besar dari komponen yang lainnya.
Sebagai contoh, kita memiliki
campuran heterogen antara zat padat dan cairan di mana ukuran partikel zat
padat lebih besar dari ukuran partikel zat cair. Untuk memisahkan keduanya,
kita dapat menggunakan penyaring yang memiliki ukuran pori lebih kecil dari
ukuran partikel zat padat dan lebih besar dari ukuran partikel zat cair. Dengan
demikian, kertas saring dapat dilewati oleh partikel cairan, tetapi tidak dapat
dilewati oleh partikel zat padat. Hasil dari penyaringan berupa zat padat yang
tertinggal di atas kertas saring (residu atau ampas) dan cairan yang tertampung
dalam wadah (filtrat). Bahan penyaring yang biasa digunakan di laboratorium
adalah kertas saring.
Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.
Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.
4.
Destilasi
Distilasi
adalah seni memisahkan dan pemurnian dengan menggunakan perbedaan titik didih.
Distilasi memiliki sejarah yang panjang dan asal distilasi dapat ditemukan di
zaman kuno untuk mendapatkan ekstrak tumbuhan yang diperkirakan dapat merupakan
sumber kehidupan. Teknik distilasi ditingkatkan ketika kondenser (pendingin)
diperkenalkan. Gin dan whisky, dengan konsentrasi alkohol yang tinggi,
didapatkan dengan teknik yang disempurnakan ini.
Pemisahan
campuran cairan menjadi komponen dicapai dengan distilasi fraksional. Prinsip
distilasi fraksional dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram titik
didih-komposisi (Gambar 12. 1). Dalam gambar ini, kurva atas menggambarkan
komposisi uap pada berbagai titik didih yang dinyatakan di ordinat, kurva
bawahnya menyatakan komposisi cairan. Bila cairan dengan komposisi l2
dipanaskan, cairan akan mendidih pada b1. Komposisi uap yang ada
dalam kesetimbangan dengan cairan pada suhu b1 adalah v1.
Uap ini akan mengembun bila didinginkan pada bagian lebih atas di kolom
distilasi (Gambar 12.2), dan embunnya mengalir ke bawah kolom ke bagian yang
lebih panas. Bagian ini akan mendidih lagi pada suhu b2 menghasilkan
uap dengan komposisi v2. Uap ini akan mengembun menghasilkan cairan
dengan komposisi l3.
Jadi,
dengan mengulang-ulang proses penguapan-pengembunan, komposisi uap betrubah
dari v1 ke v2 dan akhirnya ke v3 untuk
mendapatkan konsentrasi komponen A yang lebih mudah menguap dengan konsentrasi
yang tinggi.
Gambar
12.1 Diagram titik didih- komposisi larutan ideal campuran cauran A dan B.
Komposisi cairan berubah dari l1 menjadi l2 dan akhirnya
l3. Pada setiap tahap konsentrasi komponen B yang kurang mudah
menguap lebih tinggi daripada di fasa uapnya.Contoh soal 12.1 Distilasi
fraksional Tekanan uap benzen dan toluen berturut-turut adalah 10,0 x 104
N m-2 dan 4,0 x 104 N m-2, pada80°C. Hitung
fraksi mol toluen dalam uap yang berada dalam kesetimbangan dengan cairan yang
terdiri atas 0,6 mol toluen dan 0,4 molar benzen. Hitung fraksi mol toluen x
dalam fas uap.Jawab Dengan bantuan hukum Raoult (bab 7.4(b)), komposisi uapnya
dapat dihitung sebagai berikut. Jumlah mol toluen di uap /jumlah mol benzen di
uap = [0,60 x (4,0 x 104)]/[0,40 x (10,0 x 104)] = 0,60.
Fraksi mol toluen di uap x adalah: x/(1 – x) = 0,60; x = 0,60 / (1,0 + 0,60) = 0,375.
Fraksi mol toluen di uap x adalah: x/(1 – x) = 0,60; x = 0,60 / (1,0 + 0,60) = 0,375.
Bila
dibandingkan dengan komposisi cairan, konsentrasi toluen di fasa uap lebih
besar menunjukkan bahwa adanya pengaruh distilasi fraksional.Kolom distilasi
yang panjang dari alat distilasi digunakan di laboratorium (Gambar 12.2)
memberikan luas permukaan yang besar agar uap yang berjalan naik dan cairan
yang turun dapat bersentuhan. Di puncak kolom, termometer digunakan untuk
mengukur suhu fraksi pertama yang kaya dengan komponen yang lebih mudah menguap
A. Dengan berjalannya distilasi, skala termometer meningkat menunjukkan bahwa
komponen B yang kurang mudah menguap juga ikut terbawa. Wadah penerima harus
diubah pada selang waktu tertentu.
Bila
perbedaan titik didih A dan B kecil, distilasi fraksional harus diulang-ulang
untuk mendapatkan pemisahan yang lebih baik. Produksi minyak bumi tidak lain
adalah distilasi fraksional yang berlangsung dalam skala sangat besar.
d.
5.
Corong Pisah
Corong pemisah. Lapisan eter dengan zat terlarut yang
berwarna kuning di bagian atas dan lapisan air di bawahnya.
Corong pemisah atau corong pisah adalah
peralatan laboratorium yang digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk
memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut
dengan densitas berbeda yang
takcampur. Metode ini digunakan untuk
memisahkan dua jenis zat cair yang berbeda massa jenisnya.
Umumnya salah satu fase berupa larutan air dan yang
lainnya berupa pelarut organik lipofilik seperti eter, MTBE, diklorometana, kloroform, ataupun etil asetat. Kebanyakan pelarut organik berada di atas fase air keculai pelarut yang
memiliki atom dari unsur halogen.
Corong pemisah berbentuk kerucut yang
ditutupi setengah bola. Ia mempunyai penyumbat di atasnya dan keran di bawahnya. Corong pemisah yang
digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat dari kaca ataupun Teflon. Ukuran corong
pemisah bervariasi antara 50 mL sampai 3 L. Dalam skala industri, corong
pemisah bisa berukuran sangat besar dan dipasang sentrifuge.
Untuk memakai corong ini, campuran dan
dua fase pelarut dimasukkan ke dalam corong dari atas dengan corong keran ditutup.
Corong ini kemudian ditutup dan digoyang dengan kuat untuk membuat dua fase
larutan tercampur. Corong ini kemudian dibalik dan keran dibuka untuk
melepaskan tekanan uap yang berlebihan. Corong ini kemudian didiamkan agar pemisahan antara dua
fase berlangsung. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase
larutan ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong.
6. Kromatografi
gambar
Hasil Kromatografi
Kromatografi merupakan cara
pemisahan campuran menjadi komponen-komponen zat penyusunnya berdasarkan
perbedaan kecepatan zat-zat tersebut bergerak bersama-sama dengan pelarutnya
pada permukaan suatu benda penyerap.
Gambar
proses kromatografi
Dengan cara ini, zat-zat terlarut akan disebarkan di
sepanjang permukaan benda penyerap oleh pelarut yang bergerak di sepanjang
permukaan tersebut. Campuran yang berupa cairan dapat dipisahkan menjadi
komponen-komponen penyusunnya dengan cara ini. Kamu dapat mengetahui bahwa
cairan tinta yang tampaknya seperti hanya satu warna saja, jika diuji secara
kromatografi akan tampak tersusun atas dua atau lebih komponen zat yang
ditunjukkan oleh timbulnya warna yang berbeda.
Macam
– macam Kromatografi
a.
Kromatografi
kolom (digunakan untuk memisahkan pigmen pada tumbuhan)
b. Kromatografi kertas (digunakan untuk
memisahkan warna – warna yang terdapat pada bahan pewarna)
c. Kromatografi lapis tipis (hampir
sama dengan kromatografi kertas bedanya menggunakan pelat tipis dari plastic
atau gelas)
d.
Kromatografi
gas
7.
Sublimasi
Teknik
sublimasi dilakukan untuk memisahkan zat yang menyublim ketika dipanaskan atau
memisahkan campuran zat yang mudah menyublim dengan pengotornya, seperti kamfer
dan iodium. Iodium yang tercampur dengan pengotor dapat dimurnikan kembali
dengan teknik sublimasi. Sublimasi dapat memisahkan campuran yang mengandung
ammonium klorida dan natrium klorida.
Gambar
alat sublimasi
Kristal
yang mengandung iodium dan pengotornya disimpan dalam gelas tertutup dan di
atas tutupnya disimpan es batu sebagai pendingin. Kemudian dipanaskan sehingga
menyublim. Uap iodium yang tidak mengandung kotoran akan membeku kembali pada
bagian tutup dan pengotornya tetap berada di bagian dasar gelas.
8. Sentrifugasi
Sentrifugasi
merupakan suatu metode yang digunkan dalam pencapaian sedimentasi dimana
partikel-partikel yang ada di dalam suatu bahan yang dipisahkan dari fluida
oleh gaya sentrifugasi yang dikenakan pada partikel. Dalam hal ini, partikel
yang dimaksud adalah solid, gas, atau liquid dan fluida. Dalam pengunaan metode
sentrifugasi ini, terdapat sebuah alat yang penting. Alat yang diperlukan dalam
metode ini adalah Sentrifugase. Metodde sentrifugasi dimaksudkan agar segala
bentuk proses pemisahan zat dapat dipercepat. Hal ini sebagai jawaban atas
lamanya waktu yang diperlukan dalam proses pemisahan zat jika dengan cara
alamiah.
Dalam
metode sentrifugasi, prinsip yang digunakan yaitu dimana objek diputar
secara horizontal pada jarak radial dari titik dimana titik tersebut dikenakan
gaya. Pada saat objek diputar, partikel-partikel yang ada akan berpisah dan
berpencar sesuai dengan berat jenis masing-masing partikel. Gaya yang berperan
dalam proses teknik sentrifugasi ini yaitu gaya sentrifugal. Dengan adanya
teknik ini, proses pengendapan suatu bahan akan lebih cepat dan optimum
dibandingkan dengan menggunakan teknik biasa. Prinsip sentrifugasi ini dapat
bekerja secara optimum jika para pengguna dapat memasukkan nilai RPM dan nilai
konsentrasi yang tepat kedalam alat sentrifugasi.
Cara
pengoperasian alat sentrifugase dalam metode ini terbilang tidak terlalu sulit.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat tersebut yaitu sistem
konsentrasi yang ingin dimasukkan ke dalam alat sentrifugasi dan kecepatan
putar alat. Dalam proses penggunaannya, yang dilakukan pertama kali yaitu
pengguna memasukkan nilai konsentrasi (%) dari endapan yang diinginkan.
Kemudian pengguna memasukkan nilai RPM kedalam alat sentrifugasi. Setelah nilai
konsentrasi dan RPM selesai dimasukkan, maka alat sentrifugse secara otomatis
akan berjalan. Sebelumnya, alat sentrifugase akan mengeluarkan nilai waktu
putar(t) sebelum alat berputar. Kemudian alat akan bekerja secara otomatis dan
jika konsentrasi yang diinginkan telah tercapai sebelum waktu yang telah
ditentukan, maka simulasi secara otomatis akan berhenti. Namun jika konsentrasi
belum tercapai, maka simulasi akan dengan otomatis menambahkan waktu putar.
Di
dalam mesin sentrifugase, terdapat suatu sensor yang digunakan untuk mengukur
konsentrasi cairan yang dihasilkandari proses sentrifugasi. Yaitu sensor
konsentrasi. Diantara sensor yang ada dipabrikan, diantaranya yaitu sensor
Swagelok CR-288 seperti pada gambar disamping ini. Sensor ini sangat berperan
penting dalam penentuan konsentrasi endapan yang diinginkan oleh si pengguna.
Sensor ini juga memberikan kebudahan kepada si pengguna dalam menentukan
ketepatan waktu yang diperlukan dalm mencapai suatu titik konsentrasi tertentu
dlam proses sentrifugasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar